Belabu Biduk di Sarolangun

sumber dari sarolangunkab (sarolangunkab.go.id)

Pada Rabu, 9 April 2025 - Balabu Biduk di Sarolangun Di desa kecil Sarolangun, tradisi "Balabu Biduk" telah menjadi momen penting yang dinanti setiap tahun. Festival ini berasal dari kisah Pak Amir, seorang petani yang menemukan biduk berisi hasil bumi dan memutuskan untuk merayakan rezeki dengan seluruh warga desa. Sejak itu, Balabu Biduk menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur atas hasil panen.

Festival dimulai dengan arak-arakan meriah di sepanjang jalan desa. Warga mengenakan pakaian adat yang berwarna-warni sambil membawa hasil panen dan makanan tradisional. Suasana ceria menyelimuti desa, dengan tawa anak-anak dan kegembiraan orang dewasa yang saling berbagi. Semua orang merasa terhubung dalam semangat perayaan.

Selain arak-arakan, festival ini juga dimeriahkan dengan berbagai lomba dan pertunjukan seni. Lomba memancing dan permainan tradisional menjadi favorit, menarik partisipasi dari semua usia. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mempererat tali persaudaraan di antara warga desa.

Kisah persahabatan Rina dan Budi menambah kehangatan festival. Ketika Budi mengalami kesulitan panen, Rina dan warga lain bersatu untuk membantunya. Kerja sama ini memperkuat ikatan di antara mereka, menunjukkan bahwa dalam kebersamaan, segala tantangan bisa diatasi.

Melalui Balabu Biduk, warga Sarolangun tidak hanya merayakan hasil bumi, tetapi juga mengingatkan diri akan pentingnya berbagi dan saling membantu. Tradisi ini menjadi warisan budaya yang melestarikan nilai-nilai persahabatan, kebersamaan, dan rasa syukur di tengah masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisuda Periode ke-138 Universitas Negeri Padang: 1.685 Wisudawan Dilepas Menuju Dunia Profesional

Sekolah Rakyat : Solusi Pendidikan Untuk Anak-Anak Miskin

Mie Gacoan Padang Destinasi Kuliner Favorit Anak Muda