Warga Padang Padati Makam untuk Ziarah, Tradisi Lebaran Sarat Makna Silaturahmi dan Doa

tribunsolo.com

 

Padang, Ribuan warga di berbagai penjuru Kota Padang memadati kompleks pemakaman sejak pagi hari pertama Idulfitri 1446 H. Tradisi ziarah kubur atau "ziarah ka pandam pekuburan" menjadi momen sakral yang terus dijaga oleh masyarakat Minangkabau sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk para leluhur.

Pantauan di TPU Andalas dan TPU Air Dingin, suasana haru dan khidmat menyelimuti pelataran makam. Warga membawa bunga, air mawar, dan sebagian bahkan menggelar doa bersama keluarga besar.

Bagi masyarakat Minang, ziarah kubur bukan sekadar ritual spiritual, tetapi juga simbol penting dari silaturahmi antar-keluarga. Tak jarang momen ini dijadikan waktu untuk berkumpulnya keluarga besar yang jarang bertemu, terutama bagi para perantau yang pulang kampung saat Lebaran.

Tradisi ini juga mengandung nilai budaya Minangkabau yang kuat, di mana hubungan antara yang hidup dan yang telah tiada tetap terjaga melalui doa dan kenangan. Anak-anak diajak serta, dikenalkan pada sejarah keluarga dan nilai penghormatan kepada leluhur. 

Pihak pengelola makam telah bersiap menghadapi lonjakan peziarah sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Tradisi ziarah kubur saat Lebaran di Padang menjadi bukti bahwa di tengah kemajuan zaman, masyarakat masih menjunjung tinggi adat dan nilai-nilai spiritual sebagai warisan budaya yang tak ternilai.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisuda Periode ke-138 Universitas Negeri Padang: 1.685 Wisudawan Dilepas Menuju Dunia Profesional

Sekolah Rakyat : Solusi Pendidikan Untuk Anak-Anak Miskin

Mie Gacoan Padang Destinasi Kuliner Favorit Anak Muda